Jumat, 19 Agustus 2016

ANTARA ISLAM DAN MANUSIA

          Islam agama kita yang telah diperjuangkan oleh Rosul Junjungan manusia telah tergoda oleh budaya. Islam yang dianggap sebagai agama yang tenang sedikit  demi sedikit telah terusik oleh arus zaman yang semakin gila. Iman yang menjadi modal utama, dan menjadi kunci dari segalanya telah seakan tiada arti, iman manusia telah menipis seperti kaca yang rentan dengan pecah dan akan menggores jika tidak hati-hati. Iman manusia telah tergoda dengan syaitan yang menjelma menjadi keindahan dan seperti menjanjikan surga.  Padahal telah tertulis dalam Al-Qur’an
$ygƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=äz÷Š$# Îû ÉOù=Åb¡9$# Zp©ù!$Ÿ2 Ÿwur (#qãèÎ6®Ks? ÅVºuqäÜäz Ç`»sÜø¤±9$# 4 ¼çm¯RÎ) öNà6s9 Arßtã ×ûüÎ7B ÇËÉÑÈ  
 “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.(QS2:208)
          Telah benar – benar tertulis dalam Al-Qur’an bahwa syaitan adalah musuh yang nyata, artinya syaitan adalah musuh yang benar – benar ada yang akan terus mengusik iman manusia.
          Berbagai persoalan yang ada di dalam masyarakat saat ini salah satu penyebabnya adalah karena krisis keberagamaan manusia. Berbagai persoalan yang muncul seperti kejahatan, kriminal, korupsi dan lain-lain menunjukkan bukti tidak adanya kesesuaian antara identitas agama dengan perilaku manusia. Sehingga agama banyak dianggap orang sebagai simbol identitas diri untuk sama dengan yang lain, atau didalam islam sering diberi julukan “Islam KTP”. Keberagamaan masyarakat sekarang kita terkadang adalah keberagamaan yang buta, karena mereka begitu saja menyerap doktrin-doktrin yang belum jelas dan tidak pasti tanpa disaring terlebih dahulu. Maka tak heran jika banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di dalam agama utamanya masyarakat.
          Persoalan semakin bertambah dengan adanya budaya barat yang masuk ke relung masyarakat melalui berbagai media yang ada dan semakin canggih, seperti televisi, internet, dan media cetak utamanya adalah melalui media sosial yang sekarang ini sedang booming dikalangan masyarakat. Budaya yang masuk ini tidak sesuai dengan nilai islam, namun justru banyak digemari oleh masyarakat. Perkembangan globalisasi  secara tidak langsung telah mengubah kondisi masyarakat saat ini. Masyarakat terbentuk sebagai masyarakat yang berpola kehidupan materialis dan individualistik. Manusia hanya memandang dan tenggelam oleh kesenangan semata, mereka tidak memperdulikan nilai agama, yang dicari hanyalah kesenangan dunia.
          Kata Islam bermakna berserah diri dan untuk patuh pada Allah, islam juga berarti selamat. Artinya, kehidupan seorang islam adalah bentuk penyerahan diri pada Allah, dan jika kita sepenuhnya patuh pada-Nya maka Allah akan menjamin keselamatan untuk manusia. Islam mengatur bagaimana hubungan antara Tuhan, manusia dan alam semesta. Nilai-nilai yang terkandung dalam islam sangatlah lengkap dan lebih dari cukup untuk mengatur kehidupan manusia. Segala perilaku dalam kehidupan manusia telah diatur dalam kerangka Al-Qur’an dan Hadist. Adanya Al-Qur’an dan hadist merupakan sebagai pedoman hukum islam yang dimaksudkan supaya perilaku manusia tidak melenceng dengan apa yang diajarkan oleh islam. Karena sesungguhnya manusia mempunyai bakat untuk melakukan kerusakan di atas muka bumi, dan kerusakan di atas muka bumi adalah karena ulah tangan manusia. Padahal dihadapan Allah, manusia adalah khalifah yang mengatur  kelangsungan kehidupan, baik kehidupan bermasyarakat maupun kehidupan bernegara karena manusia lah yang mempunyai tanggung jawab untuk mengelola dunia. Manusia bisa menjadi insan kamil ketika ia mampu menggunakan akal dan budinya sesuai kesadaran illahi.  Namun sebaliknya juga bisa menjadi lebih rendah dari hewan ketika ia mengabaikan akal dan budinya.
          Sebagai seorang kaum muslimin, manusia harus menjadi contoh dalam penerapan nilai – nilai luhur islam  seperti yang telah diajarkan oleh Nabi. Nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an itulah yang benar-benar menjadi tujuan dan diterapkan dalam kehidupan kebudayaan manusia. Dan untuk menggapainya, manusia bisa menggunakan di berbagai jalan, apakah itu ekonomi, politik, tradisi dan lain sebagainya.
          Nah, sistem ekonomi yang saat ini di dominasi oleh sistem Barat merupakan jurang yang terlalu lebar antara kaum miskin dan orang kaya. Sistem ini mengakibatkan persaingan yang tanpa ampun. Seperti hukum rimba, siapa yang kuat dia akan menang tanpa memperhatikan nilai etis manusia. Jika hal ini terus terjadi, mungkin kekacauan akan terus terjadi. konsep ekonomi berkeadilan marupakan prinsip yang bukan hanya memikirkan keuntungannya sendiri, namun juga harus memikirkan orang lain. Maka disinilah islam harus menyuarakan dirinya.
          Pembangunan masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh dan seimbang antara material dan karakter individu. Yaitu membangun manusia lalu membentenginya dengan moralitas  dan perilaku yang baik. Manusia harus senantiasa melatih perilaku, mendidik diri, dan mengsi jiwanya dengan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh islam. Nilai luhur itu antara lain, persaudaraan, cinta kasih, harga diri, menghormati orang lain, dan kebaikan terhadap sesama manusia. Manusia harus membentengi dan memperkuat iman mereka sekuat mungkin, agar tidak mudah goyah dan tergoda oleh kebudayaan yang membuat mereka melenceng dari kebudayaan islam. Jika melihat kebudayaan barat yang sedemikian, kalau diterapkan dalam kehidupan kita, niscaya corak kehidupan dan kebudayaan kita akan berubah. Prinsip-prinsip yang selama ini menjadi pegangan masyarakat akan runtuh.
          Maka butuh ilmu pengetahuan yang juga berdasarkan dengan prinsip-prinsip islam. Ilmu pengetahuan yang berdasarkan prinsip keislaman adalah ilmu pengetahuan yang berguna bagi pembangunan manusia, selain juga untuk mendekatkan diri pada Allah, sehingga kebudayaan peradaban yang islami dapat  tercapai.
          Sebagai umat islam yang baik dan mempunyai iman, maka perlu lah kita membentengi iman kita dari peradaban yang tidak baik, manusia juga harus pintar-pintar menilai budaya yang masuk dalam islam. Berhati-hati dan tetap menerapkan nilai-nilai luhur islam adalah salah satu cara, namun tetap menjadikan Al-Qur’an dan Hadist sebagai pedoman dalam hidup kita.

Text Box: Fitri Ratna Sari
(131310000761/213048)
5 PAI A.2
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar