ANTARA ISLAM DAN
MANUSIA
Islam agama
kita yang telah diperjuangkan oleh Rosul Junjungan manusia telah tergoda oleh
budaya. Islam yang dianggap sebagai agama yang tenang sedikit demi sedikit telah terusik oleh arus zaman
yang semakin gila. Iman yang menjadi modal utama, dan menjadi kunci dari
segalanya telah seakan tiada arti, iman manusia telah menipis seperti kaca yang
rentan dengan pecah dan akan menggores jika tidak hati-hati. Iman manusia telah
tergoda dengan syaitan yang menjelma menjadi keindahan dan seperti menjanjikan
surga. Padahal telah tertulis dalam
Al-Qur’an
$ygr'¯»t úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=äz÷$# Îû ÉOù=Åb¡9$# Zp©ù!$2 wur (#qãèÎ6®Ks? ÅVºuqäÜäz Ç`»sÜø¤±9$# 4 ¼çm¯RÎ) öNà6s9 Arßtã ×ûüÎ7B ÇËÉÑÈ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu
ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.
Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.(QS2:208)
Telah
benar – benar tertulis dalam Al-Qur’an bahwa syaitan adalah musuh yang nyata,
artinya syaitan adalah musuh yang benar – benar ada yang akan terus mengusik
iman manusia.
Berbagai
persoalan yang ada di dalam masyarakat saat ini salah satu penyebabnya adalah
karena krisis keberagamaan manusia. Berbagai persoalan yang muncul seperti
kejahatan, kriminal, korupsi dan lain-lain menunjukkan bukti tidak adanya
kesesuaian antara identitas agama dengan perilaku manusia. Sehingga agama
banyak dianggap orang sebagai simbol identitas diri untuk sama dengan yang
lain, atau didalam islam sering diberi julukan “Islam KTP”. Keberagamaan
masyarakat sekarang kita terkadang adalah keberagamaan yang buta, karena mereka
begitu saja menyerap doktrin-doktrin yang belum jelas dan tidak pasti tanpa
disaring terlebih dahulu. Maka tak heran jika banyak sekali
penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di dalam agama utamanya masyarakat.
Persoalan
semakin bertambah dengan adanya budaya barat yang masuk ke relung masyarakat
melalui berbagai media yang ada dan semakin canggih, seperti televisi,
internet, dan media cetak utamanya adalah melalui media sosial yang sekarang
ini sedang booming dikalangan masyarakat. Budaya yang masuk ini tidak
sesuai dengan nilai islam, namun justru banyak digemari oleh masyarakat. Perkembangan
globalisasi secara tidak langsung telah
mengubah kondisi masyarakat saat ini. Masyarakat terbentuk sebagai masyarakat
yang berpola kehidupan materialis dan individualistik. Manusia hanya memandang
dan tenggelam oleh kesenangan semata, mereka tidak memperdulikan nilai agama,
yang dicari hanyalah kesenangan dunia.
Kata Islam
bermakna berserah diri dan untuk patuh pada Allah, islam juga berarti selamat.
Artinya, kehidupan seorang islam adalah bentuk penyerahan diri pada Allah, dan
jika kita sepenuhnya patuh pada-Nya maka Allah akan menjamin keselamatan untuk
manusia. Islam mengatur bagaimana hubungan antara Tuhan, manusia dan alam
semesta. Nilai-nilai yang terkandung dalam islam sangatlah lengkap dan lebih
dari cukup untuk mengatur kehidupan manusia. Segala perilaku dalam kehidupan
manusia telah diatur dalam kerangka Al-Qur’an dan Hadist. Adanya Al-Qur’an dan
hadist merupakan sebagai pedoman hukum islam yang dimaksudkan supaya perilaku
manusia tidak melenceng dengan apa yang diajarkan oleh islam. Karena
sesungguhnya manusia mempunyai bakat untuk melakukan kerusakan di atas muka
bumi, dan kerusakan di atas muka bumi adalah karena ulah tangan manusia.
Padahal dihadapan Allah, manusia adalah khalifah yang mengatur kelangsungan kehidupan, baik kehidupan
bermasyarakat maupun kehidupan bernegara karena manusia lah yang mempunyai
tanggung jawab untuk mengelola dunia. Manusia bisa menjadi insan kamil
ketika ia mampu menggunakan akal dan budinya sesuai kesadaran illahi. Namun sebaliknya juga bisa menjadi lebih
rendah dari hewan ketika ia mengabaikan akal dan budinya.
Sebagai
seorang kaum muslimin, manusia harus menjadi contoh dalam penerapan nilai –
nilai luhur islam seperti yang telah
diajarkan oleh Nabi. Nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an itulah yang
benar-benar menjadi tujuan dan diterapkan dalam kehidupan kebudayaan manusia.
Dan untuk menggapainya, manusia bisa menggunakan di berbagai jalan, apakah itu
ekonomi, politik, tradisi dan lain sebagainya.
Nah,
sistem ekonomi yang saat ini di dominasi oleh sistem Barat merupakan jurang
yang terlalu lebar antara kaum miskin dan orang kaya. Sistem ini mengakibatkan
persaingan yang tanpa ampun. Seperti hukum rimba, siapa yang kuat dia akan
menang tanpa memperhatikan nilai etis manusia. Jika hal ini terus terjadi,
mungkin kekacauan akan terus terjadi. konsep ekonomi berkeadilan marupakan
prinsip yang bukan hanya memikirkan keuntungannya sendiri, namun juga harus
memikirkan orang lain. Maka disinilah islam harus menyuarakan dirinya.
Pembangunan
masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh dan seimbang antara material dan
karakter individu. Yaitu membangun manusia lalu membentenginya dengan moralitas dan perilaku yang baik. Manusia harus
senantiasa melatih perilaku, mendidik diri, dan mengsi jiwanya dengan
nilai-nilai yang telah diajarkan oleh islam. Nilai luhur itu antara lain,
persaudaraan, cinta kasih, harga diri, menghormati orang lain, dan kebaikan
terhadap sesama manusia. Manusia harus membentengi dan memperkuat iman mereka
sekuat mungkin, agar tidak mudah goyah dan tergoda oleh kebudayaan yang membuat
mereka melenceng dari kebudayaan islam. Jika melihat kebudayaan barat yang
sedemikian, kalau diterapkan dalam kehidupan kita, niscaya corak kehidupan dan
kebudayaan kita akan berubah. Prinsip-prinsip yang selama ini menjadi pegangan
masyarakat akan runtuh.
Maka butuh
ilmu pengetahuan yang juga berdasarkan dengan prinsip-prinsip islam. Ilmu
pengetahuan yang berdasarkan prinsip keislaman adalah ilmu pengetahuan yang
berguna bagi pembangunan manusia, selain juga untuk mendekatkan diri pada
Allah, sehingga kebudayaan peradaban yang islami dapat tercapai.
Sebagai
umat islam yang baik dan mempunyai iman, maka perlu lah kita membentengi iman
kita dari peradaban yang tidak baik, manusia juga harus pintar-pintar menilai
budaya yang masuk dalam islam. Berhati-hati dan tetap menerapkan nilai-nilai
luhur islam adalah salah satu cara, namun tetap menjadikan Al-Qur’an dan Hadist
sebagai pedoman dalam hidup kita.
![]() |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar