Jumat, 19 Agustus 2016

Artikel Ibu Harus Terus Belajar

IBU HARUS TERUS BERSEKOLAH
“The Mother’s heart is child’s school,” (Henry W. Beecher). Hati ibu adalah tempat sekolah anak-anaknya. Hati yang dimaksud bukanlah hati yang berupa fisik, tapi hati yang memancarkan kasih sayang, tempat bersemayamnya sifat keibuan. Banyak argumen yang berpendapat bahwa “Naluri keibuan akan tumbuh sendiri ketika seorang wanita akan mempunyai seorang buah hati atau telah menjadi seorang ibu.” Naluri keibuan ini menjadi bagian penting dalam proses mendidik anak-anak. Ketika seorang ibu menyusui bayinya, dengan mendekapnya penuh penuh kasih sayang, sesungguhnya ia telah memberikan pendidikan tentang bahasa kasih sayang. Ini akan membuat sang anak mampu menyayangi lingkungannya, membuatnya mampu menjadi manusia yang berbudi pekerti dan bernurani. Perasaan terlindungi dan disayangi inilah akan menjadi dasar perkembangan emosi bayi yang stabil. Genetika seorang ibu juga memengaruhi tingkat kecerdasan seorang anak, maka lewat ibu lah seorang anak akan mengenal rasa, mengenal warna, mengenal kata, dan mengenal dunia. Sehingga dari titik inilah pembentukan karakter seorang anak dimulai; membentuk pandangan hidup dan nilai-nilai dalam hidup anak.
          Namun, maraknya fenomena ibu yang tega membunuh, membakar, membuang, menyiksa bahkan tega menjual anaknya sendiri akhir-akhir ini setidaknya telah membukakan mata bahwa naluri keibuan ternyata belum cukup menjadi modal sebagai orang tua masakini. Hal ini karena anak zaman sekarang berbeda dengan persoalan yang dihadapi anak pada zaman dahulu. Oleh karena itu menjadi seorang ibu harus memiliki pengetahuan pengasuhan dan ketrampilan yang selalu up to date. Selain memiliki pengetahuan pengasuhan, orang tua harus mempunyai ketahanan hidup dalam menghadapi bebagai persoalan hidup yang kompleks. Bagaimana mungkin kepribadian anak dan kualitas anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik apabila orang tua tidak mempunyai wawasan dan ketrampilan yang baik sementara persoalan zaman sekarang ini semakin kompleks?
          BELAJAR MENJADI IBU
          Bertanggung jawab mengasuh anak sejatinya tidaklah milik ibu semata, ayah juga mempunyai peran   yang sama dalam mengasuh dan mendidik anaknya. Namun,  kedekatan emosional ibu dan anak sejak dalam kandungan dahulu membuat ibu memiliki peran penting dalam mengasuh anak. Ibu lebih peka terhadap anaknya ketimbang ayah. Maka hal inilah yang menjadi bekal seorang ibu untuk memberi nasihat, kritik, saran dan  pengajaran kepada anaknya. Ibu berkewajiban membesarkan anaknya secara fisik yaitu pengasuhan yang menitik beratkan pada kesehatan organ tubuh anak, dan ibu juga berkewajiban membesarkan anak secara psikologis yaitu pengasuhan yang memfasilitasi psoses pertumbuhan dan perkembangan psikologis anak sesuai dengan fase perkembangannya. Pergeseran posisi ibu rumah tangga mengakibatkan bergesernya pula peran ibu dalam pengasuhan anak. Pada umumnya ibu rumah tangga lebih banyak terjun dalam pengasuhan anak daripada seorang ibu pekerja, yang biasanya menitipkan pengasuhan anaknya kepada orang lain.
          Terkait dengan hal – hal diatas, maka menjadi penting bagi ibu untuk belajar menjadi seorang pendidik atau guru. Bersekolah adalah sebuah hal yang penting bagi para orang tua, khususnya ibu. Namun sekolah  disini tidak hanya duduk manis dibangku dan mengikuti jenjang kurikulum-kurikulum, namun belajar dengan berkaca dari berbagai pengalaman hidup lalu menghikmatinya, ini  juga termasuk proses bersekolah. Ditambah  lagi dengan zaman sekarang yang serba up to date, kalau ibu tidak terjun langsung untuk memperoleh informasi yang digenggam anaknya, maka ibu akan ketiban masalah, karena seorang ibu harus tau segala sesuatu yang dialami oleh anaknya. Ibu harus mengawasi informasi ang diperoleh anak, karena khawatirnya anak tersebut akan memperoleh informasi negatif.
          Maka menjadi seorang ibu harus segera bergerak cepat untuk mengetahui ketidak tahuannya mereka dalam soal pengasuhan. Seorang ibu harus belajar banyak tentang bagaimana dirinya memainan perannya sebagai seorang ibu. Karena hal ini sangat menentukan masa depan anak-anaknya. “ Dalam aktifitas pengasuhan, selalu ada perbedaan antara teori dengan kenyataan. Untuk menjembatani hal ini, maka seorang ibu harus “Belajar”.” Menurut salah satu pakar psikologi zaman yang semakin berkembang saat ini memerlukan sosok ibu yang cerdas dengan segenap pengetahuannya. “jika orang tua dulu dapat sukses (tanpa belajar) dalam mendidik anak-anaknya, orang tua zaman sekarang justru sebaliknya. Mereka dituntut untuk lebih tanggap terhadap perkembangan zaman yang sangat memengaruhi pribadi anak-anaknya.”
          Menjadi ibu yang baik bukanlah suatu yang kodrati, melainkan yang dipelajari. Karena itu, seorang ibu harus terus meningkatkan kapasitas diri. Menambah wawasan adalah suatu keharusan, sehingga otak terus menerus di-update. Bentuknya bisa apapun, bisa dengan sekolah tinggi, sekolah formal, sekolah informal, aktif mengikuti majlis ta’lim,  mendengar ceramah atau talkshow di tv dan radio, membaca buku dan sebagainya. Membaca buku masih menjadi hal yang tidak  boleh ditinggalkan ibu – bu dalam mengasuh anaknya. Isu psikologi anak, manajemen keluarga, kesehatan, perkembangan teknologi, pendidikan anak dan keluarga, keperempuanan, menjadi tema-tema yang menarik untuk terus dikaji. Kebanyakan, peran perempuan yang semakin bertambah seiring profesinya yang berganti status dari istri menjadi seorang ibu, membuat perempuan seringkali merasa malas atau capek untuk belajar.   Meski hal ini wajar, namun perempuan/ ibu harus memikirkan kembali apa yang akan dilakukan ke depan. Seorang ibu  yang menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi jangan sampai bertujuan untuk memperoleh pekerjaan yang lebih tinggi. Orang jepang tidak memandang pendidikan tinggi sebagai sarana mencari pekerjaan semata, namun lebih kepada menfungsikan dirinya bagi kehidupannya.
          Maka, memperluas informasi dan meningkatkan kapasitas diri merupakan hal yang penting dilakukan oleh seorang perempuan/ibu. Mereka harus menyadari bahwa membaca adalah proses untuk menjadi tahu guna meningkatkan kualitas diri. Ibu harus selalu up to date untuk memperoleh suatu informasi, agar ibu mampu mengasuh anaknya dengan baik dan bisa menerapkan metode pengasuhan dan pembelajaran yang tepat kepada anak seiring dengan berkembangnya zaman. Sebab sekali lagi, “menjadi ibu yang baik bukanlah semata proses kodrati melainkan sebuah pembelajaran terus menerus dan dibutuhkan proses informasi yang tiada henti.”
“ Didiklah anak – anakmu dengan pola Pendidikan yang berbeda
Dengan pola Pendidikan yang kalian dapatkan
Karena,
Sesungguhnya mereka itu dilahirkan untuk
Zaman yang berbeda dengan Zamanmu.”
( Umar bin Khattab )


>Fitri Ratna Sari <

Tidak ada komentar:

Posting Komentar