MAKALAH
ALIRAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN NATURALIS
Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah : Psikologi Pendidikan
Dosen Pengampu : Bp. Sukarman, M.Pd.I

Disusun oleh :
1.
Fitri Ratna Sari : (213048)
2.
Imam Ghozali : (213058)
3.
M. Khoirul Anam : (213084)
Kelas 4 A.2
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (PAI)
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA
TAHUN AKADEMIK 2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam penulis
haturkan kepada nabi besar Muhammad SAW.
Makalah berjudul “Aliran
Psikologi Pendidikan Naturalis” ini disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah Psikologi Pendidikan.
Dalam penyusunan makalah ini , tidak
sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun , kelancaran dalam penyusunan
makalah ini, tidak lepas dari partisipasi berbagai pihak. Oleh karena itu
penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah
berpartisipasi.
Dalam penyusunan makalah ini,
penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan
maupun materi. Mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis, untuk itu kritik
dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan pembuatan makalah ini.
Jepara, 23 Maret 2015
Penulis
DAFTAR ISI
BAB
I : PENDAHULUAN..............................................................1
A.
Latar belakang
masalah..................................................1
B.
Rumusan
Masalah..........................................................1
C.
Tujuan Penulisan............................................................1
BAB
II : ISI........................................................................................2
1.
Aliran Psikologi
Naturalis..............................................2
BAB
III : ANALISIS...........................................................................7
KOMENTAR.......................................................................7
BAB
IV : PENUTUP............................................................................8
A.
Simpulan..................................................................8
B.
Saran.........................................................................8
DAFTAR
PUSTAKA :..........................................................................................10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah.
Aliran
Psikologi Pendidikan Naturalis berkaitan dengan Aliran Psikologi Pendidikan
Nativisme, Empirisme. Aliran ini pada awalnya berpikiran bahwa anak akan
bertumbuh dan berkembang secara alamiah tanpa pengarahan, baik dari orang tua,
lingkungan, maupun sekolah. Salahkah setiap orang tua tesebut ? Tentu saja
tidak sepenuhnya salah. Sikap seseorang lahir dari pemahamannya tentang suatu
hal. Dalam hal ini, orang tua tersebut membesarkan anaknya dengan pemahaman
yang telah di yakininya, yakni anak akan bertumbuh dan berkembang secara alami.
Dengan kata lain, pemahaman orang tua tersebut sejalan dengan paham
naturalisme.
B.
Rumusan masalah.
1.
Apa yang dimaksud dengan Psikologi Pendidikan Tentang Aliran
Naturalis ?
C.
Tujuan Penulisan.
1.
Untuk mengetahui Psikologi Pendidikan Tentang Aliran Naturalis
BAB II
ISI
Dalam pendidikan, aliran naturalisme
bersemboyan kembalilah ke alam (back to nature).Paham Naturalisme dipelopori oleh
seorang filusuf prancis yang bernama J.J. Rosseaue yang muncul pada abad ke –
18. Nature dalam bahasa latin memiliki makna Alam. Berbeda dengan Schopenhaeuer
berpendapat setiap anak yang baru dilahirkan pada hakikatnya memiliki pembawaan
baik, namun, pembawaan baik yang terdapat pada setiap anak itu akan berubah
sebaliknya karena dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan tersebut dapat berupa
lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, atau lingkungan masyarakat sekitar
dimana anak tumbuh dan berkembang. Berdasarkan pendapatnya tersebut, aliran ini
dikenal dengan sebutan Negativisme.
Selanjutnya
Rosseaue mengatakan, anak yang terlahir dengan keadaan baik tersebut biarkan
berkembang secara alami. Ini artinya bahwa perkembangan anak yang di pengaruhi
oleh pendidikan apakah di rumah, di
sekolah, maupun di masyarakat sebagai urun rembuk orang – orang dewasa malah
akan merusak pembawaan anak yang baik. Hal ini seperti di kemukakan oleh J.J.
Rosseaue, yaitu : “segala sesuatu adalah baik ketika ia baru keluar dari alam,
dan segala sesuatu akan menjadi jelek manakala ia sudah berada di tangan
manusia”.[1]
Dengan
demikian, menurut Rosseaue agar seseorang anak dapat tumbuh dan berkembang
menjadi anak yang baik, anak tersebut harus diserahkan kepada alam. Kekuatan
alam yang akan mengajarkannya kebaikan – kebaikan yang terlahir secara
ilmiah sejak kelahiran anak tersebut.
Beragam kebaikan tiu akan terus diserapnya oleh setiap anak yang terlahir,
secara spontan dan bebas dari rekayasa orang dewasa.
Rousseau
membagi rentang kehidupan individu menjadi lima periode pertumbuhan. Periode
pertama ialah masa bayi dan kanak-kanak ( 0 – 5 tahun). periode kedua ialah
usia 5 – 12 tahun. periode ketiga adalah usia 12 – 15 tahun. periode keempat
ialah usia 15 – 20 tahun. Periode kelima ialah usia diatas 20 tahun.
Pada periode pertama janganlah ada campur tangan orang dewasa terhadap dorongan-dorongan dan tingkah laku alamiah anak. Pada periode kedua, ditekankan pada latihan indera dan fisik melalui pengalaman. Pada periode ketiga, biarkanlah anak mencari dan menemukan untuk dirinya hukum alam dan ilmu pengetahuan. Misal : mengapa musim berganti, mengapa muncul kilat dan petir?. Pada periode keempat, bawalah anak untuk menjalani pengalaman-pengalaman sosial, moral, dan fisik yang penting. Pada periode kelima, arahkanlah manusia dewasa awal ini pada pemilihan teman hidup yang cocok.[2]
Pada periode pertama janganlah ada campur tangan orang dewasa terhadap dorongan-dorongan dan tingkah laku alamiah anak. Pada periode kedua, ditekankan pada latihan indera dan fisik melalui pengalaman. Pada periode ketiga, biarkanlah anak mencari dan menemukan untuk dirinya hukum alam dan ilmu pengetahuan. Misal : mengapa musim berganti, mengapa muncul kilat dan petir?. Pada periode keempat, bawalah anak untuk menjalani pengalaman-pengalaman sosial, moral, dan fisik yang penting. Pada periode kelima, arahkanlah manusia dewasa awal ini pada pemilihan teman hidup yang cocok.[2]
Istilah “nature” telah dipakai dalam filsafat
dengan bermacam-macam arti, mulai dari dunia fisik yang dapat dilihat oleh
manusia, sampai kepada sistem total dari fenomena ruang dam waktu.
Natural adalah dunia yang diungkapkan kepada kita oleh sains alam.
Istilah naturalisme adalah sebaliknya dari istilah supernaturalisme yang mengandung
pandangan dualistik terhadap alam dengan adanya kekuatan yang ada (wujud) di
atas atau di luar alam (Harold H. Titus e.al. 1984) Materialisme adalah suatu
istilah yang sempit dari dan merupakan bentuk dari naruralisme yang
terbatas. Namun demikian aliran ini pada akhirnya lebih populer dari pada
induknya, naturalisme, karena pada akhirnya menjadi idiologi utama pada
negara-negara sosialis seperti Uni Soviet (kini Rusia) dan Republik Rakyat cina
(RRI). Matrealisme umumnya mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada
kecuali materi, atau bahwa nature (alam) dan dunia fisik adalah satu.[3]
Banyaknya pemikiran-pemikiran dari para ahli
filsafat masa lampau yang menghasilkan banyak menghasilkan aliran dalam
filsafat. Semua aliran yang didasari atas pemikiran yang mendalam tersebut
dilatar belakangi oleh banyak faktor yang tidak sama. Diantara sekian banyak
aliran filsafat tersebut, satu diantaranya yaitu aliran Naturalisme. Aliran
Naturalisme yang telah disebutkan seperti diatas, Naturalisme ini lahir pada abad
ke-17 dan mengalami perkembangan pada abad ke-18. [4]
Naturalisme dalam penerapan aliran pembelajaran
atau pendidikan mengajarkan bahwa guru paling alamiah dari seorang anak
adalah kedua orang tuanya. Dimensi utama dan pertama dari pemikiran aliran Naturalisme
di bidang pendidikan adalah pentingnya pendidikan itu sesuai dengan
perkembangan alam. Manusia diciptakan dan ditempatkan di atas semua
makhluk, karena kemampuanya dalam berfikir. Peserta didik harus
dipersiapkan kepada dan untuk TUHAN. Untuk itu pendidikan yang signifikan
dengan pandanganya adalah Pendidikan ketuhanan, budi pekerti dan
Intelektual. Pendidikan tidak hanya sebatas untuk menjadikan seseorang mau
belajar, melainkan juga untuk menjadikan seseorang lebih arif dan bijaksana.
endidikan bagi penganut paham naturalis perlu di mulai sejak jauh hari sebelum
proses pendidikan dilaksanakan. Sekolah merupakan dasar utama keberadaan aliran
naturalisme dalam pembelajaran karena belajar merupakan sesuatu yang
natural,oleh karena itu fakta bahwa hal itu memerlukan pengajaran juga
merupakan sesuatu yang natural juga. Paham naturalisme memandang guru
tidak mengajar subjek, melainkan mengajar murid.
Terdapat 5 (lima) tujuan pendidikan paham
naturalisme yang sangat terkenal yang diperkenalkan Harbert Spencer melalui
esai-esainya yang terkenal berjudul “Ilmu Pengetahuan Apa Yang Paling
Berharga?” Kelima tujuan itu adalah:
1) Pemeliharaan diri
2) Mengamankan kebutuhan hidup
3) Meningkatkan anak didik
4) Memelihara hubungan sosial dan politik
5) Menikmati waktu luang
Spencer juga menjelaskan 6 (enam) prinsip dalam
proses pendidikan beraliran naturalisme. Delapan prinsip tersebut adalah:
1) Pendidikan harus menyesuaikan diri
dengan alam
2) Proses pendidikan harus menyenangkan
bagi anak didik
3) Pendidik harus berdasarkan spontanitas
dari aktivitas anak
4) Memperbanyak ilmu pengetahuan
merupakan bagian penting dalam pendidikan
5) Pendidikan dimaksudkan untuk membantu
perkembangan fisik, sekaligus otak
6) Praktik mengajar adalah seni menunda
7) Metode intruksi dalam mendidik
menggunakan cara induktif
8) Hukuman dijatuhkan sebagai konsekuensi
alam akibat melakukan kesalahan. Kalaupun dilakukan hukuman, hal itu harus
dilakukan secara sistematik.[5]
Naturalisme
memiliki pandangan bahwa setiap anak yang lahir didunia mempunyai pembawaan
baik, namun pembawaan tersebut akan mulai rusak karena pengaruh lingkungan,
sehingga aliran naturalisme sering disebut negativisme.
Neturalisme
memiliki tiga prinsip tentang proses pembelajaran, (M. Arifin dan Aminuddin R.,
1992:2).
a.
Anak didik
belajar melalui pengalamannya sendiri. Kemudian terjadi interaksi antara
pengalaman dengan kemampuan pertumbuhan dan perkembangan dirinya secara alami.
b.
Pendidik hanya
menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Pendidik berperan sebagai
fasilitator atau narasumber yang menyediakan lingkungan yang mampu mendorong
kepribadian anak didik ke arah pandangan yang positif dan tanggap terhadap
kebutuhan untuk memperoleh bimbingan dan sugesti dari pendidik. Tanggung jawab
belajar terletak pada anak didik itusendiri.
c.
Program
pendidikan disekolah harus di sesuaikan dengan minat dan bakat dengan
menyediakan lingkungan belajar mengajar yang berorientasi kepada pola belajar
anak didik. Anak didik secara bebas diberi kesmpatan untuk menciptakan
lingkungan belajarnya sendiri sesuai dengan minat dan perhatiannya.[6]
Dengan demikian, aliran naturalis menitik beratkan pada strategi
pembelajaran yang bersifat paedosentris, artinya : faktor kemampuan individu
anak didik menjadi pusat kegiatan proses belajar megajar secara mandiri.
BAB III
ANALISIS
Aliran
naturalisme memandang bahwa manusia diciptakan agar dapat belajar dan berfikir
untuk kembali kepada penciptaNya, dalam hal ini implikasi di dunia nyata bahwa
proses pendidikan dilakukan dengan berafiliasi kepada prinsip keTuhanan.
Implikasi di bidang pendidikan terhadap aliran naturalisme memandang bahwa
sekolah merupakan hal utama yang akan mengembankan proses belajar tiap peserta
didik untuk dapat menemukan dan mengembangkan kepribadiannya dengan
memperhatikan kerakteristik dan perkembangan alam yang
ada. Kelebihan utama aliran ini indi adalah
penghargaannya yang tinggi terhadap alam , termasuk anak yang lahir secara
alamiah akan cenderug baik. Paham ini bisa melahirkan manusia-manusia
yang demokratis, sebab segala sesuatu dikembalikan pribadi masing-masing.
KOMENTAR
Harapan kami setelah membaca makalah ini adalah semoga
setelah membaca makalah ini pembaca dapat meningkatkan rasa iman kita kepada
Allah SWT.
Dan
kita bisa memilih mana perkembangan yang baik untuk anak. Pada dasarnya semua
merupakan teori, yang teori itu pasti memuat menar dan salah.
Jangan
terpaku hanya pada satu teori, namun perbandingkanlah teori yang kira kira
benar. Karena setiap teori ada sisi positif dan ada sisi negativ.
BAB IV
A.
PENUTUP
Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah kepada allah swt, penulisan
makalah ini dapat diselesaikan, walaupun dalam keadaan yang sangat sederhana
dan waktu yang singkat.
Kami menyadari bahwa kami tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan,
dan kami juga sadar dalam makalah ini masih jaauh sempurna. Untuk itu, kritik
dan saran yang membangun tetap kami harapkan.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini berguna dan bermanfaat bagi
penulis, pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Hanya kepada Allah SWT
penulis berserah diri, semoga segala langkah dan aktivitas kita semua diridhai
oleh Allah SWT. Semoga kita bisa mendapatkan kebahagiaanya hidup di dunia dan
akhirat. Amiiiiiin.
B.
SIMPULAN
Istilah
“nature” telah dipakai dalam filsafat dengan bermacam-macam arti, mulai dari
dunia fisik yang dapat dilihat oleh manusia, sampai kepada sistem total dari
fenomena ruang dam waktu. Natural adalah dunia yang diungkapkan kepada
kita oleh sains alam.
Naturalisme
dalam penerapan aliran pembelajaran atau pendidikan mengajarkan bahwa guru
paling alamiah dari seorang anak adalah kedua orang tuanya. Dimensi utama
dan pertama dari pemikiran aliran Naturalisme di bidang pendidikan adalah pentingnya
pendidikan itu sesuai dengan perkembangan alam. Manusia diciptakan dan
ditempatkan di atas semua makhluk, karena kemampuanya dalam berfikir.
Peserta didik harus dipersiapkan kepada dan untuk TUHAN. Untuk itu
pendidikan yang signifikan dengan pandanganya adalah Pendidikan ketuhanan,
budi pekerti dan Intelektual. Pendidikan tidak hanya sebatas untuk
menjadikan seseorang mau belajar, melainkan juga untuk menjadikan seseorang
lebih arif dan bijaksana.
C. SARAN
Kami juga mengharapkan saran dan kritikan
dari pembaca apabila ada kata-kata dan kalimat yang kurang atau bahkan salah
penyampaiannya sehingga kedepannya kritikan yang disampaikan dapat menjadi
motivasi kami dalam menyelesaikan pembuatan makalah yang lebih baik. Saran
penulis kepada pembaca yaitu supaya makalah dapat memberikan sedikit
pengetahuan ilmu.
DAFTAR PUSTAKA
Ukim Komaruddin
Sukarjo, Landasan Pendidikan Konsep Dan Aplikasinya, PT Raja
Grafindo Persada : Jakarta.
Zuhairini,
dkk., Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1995).
http://Sang Pembelajar Blog
Aliran Naturalisme dalam Pendidikan.htm
[1] Ukim Komaruddin Sukarjo, Landasan Pendidikan Konsep Dan
Aplikasinya, (PT Raja Grafindo Persada : Jakarta). Hlm. 25
[3] ZuhIRINI,
DKK., Filsafat pendidikan islam, (jakarta: bumi aksara, 1995,) hlm. 62
[4] http://Sang
Pembelajar Blog Aliran Naturalisme dalam
Pendidikan.htm
[6]Zuhairini, dkk., Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta
: Bumi Aksara, 1995).hlm. 63
Tidak ada komentar:
Posting Komentar